Meski Sering Dihina dan Difitnah, Rakyat Tetap Memilih Jokowi



ISN (Jakarta) -Pasca debat capres putaran kedua, justru serangan kepada Joko Widodo semakin kencang. Namun masyarakat sudah pandai menilai mana capres yang berkualitas dan mana yang tidak.

Ketua Umum Taruna Merah Putih, Maruarar Sirait, menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo sudah biasa dihina sejak dahulu. Pria yang akrab disapa Ara itu menuturkan, tentu Jokowi bukan manusia yang sempurna.

"Tadi dikatakan seolah-oleh Jokowi itu hanyalah tukang, bukan leader. Bagi saya tidak apa-apa dan Jokowi itu sudah biasa dihina sejak dulu," ujar Ara dalam dialektika demokrasi bertema 'Batasan Norma Dalam Debat Capres' di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Ara menjelaskan, Jokowi selain memiliki prestasi, tentu juga memiliki kelemahan. Namun ia yakin yang jelas masyarakat sadar dalam memilih capres itu berdasarkan track record.

"Dia memang tidak sempurna dan pasti ada kekurangan, tapi rakyat Indonesia telah terbukti memberi kepercayaan, mungkin lebih banyak lihat kelebihannya," ucapnya.

Salah satu prestasi Jokowi, sambung pengurus TKN, Jokowi tak pernah kalah dalam kontestasi politik. Ara menegaskan bahwa masyarakat melihat rekam jejak Jokowi dari walikota, gubernur hingga presiden.

"Rakyat pasti melihat bagaimana Jokowi pernah jadi walikota, gubernur dan presiden," ulasnya.

Berbeda dengan Prabowo yang belum pernah menang dalam kontestasi, kecuali Ketua Umum Gerindra. "Jadi itu harus kita akui jujur, saya hormat dengan Prabowo sebagai Ketua umum Gerindra. Jadi kita menghormati tradisi setiap partai," terangnya.

Lanjut Ara, terkait Prabowo tidak punya rekam jejak memenangi kontestasi politik di era demokrasi, dalam pandangannya hal itu menunjukkan Prabowo tak bisa meyakinkan rakyat. Fakta-fakta memang menunjukkan Prabowo belum pernah menang. Artinya, belum mampu meyakinkan rakyat untuk level kabupaten/kota sekalipun.

"Untuk level kabupaten/kota seperti Bapak Jokowi, tidak pernah. Gubernur saja (Prabowo) tidak pernah, untuk presiden apalagi," ungkapnya.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu menduga para pendukung Prabowo masih sulit menerima kenyataan bahwa Jokowi tetap unggul. Bahkan kini jarak elektabilitas antara Jokowi dengan Prabowo mencapai 20%.

"Pilpres tinggal dua bulan lagi, ada selisih sekitar 20% antara Prabowo-Jokowi. Tentu tidak mudah mengejarnya karena perlu ada upaya luar biasa yang harus dilakukan," bebernya.

Putra politikus senior Sabam Sirait itu mengatakan, rakyat menginginkan figur merakyat, tegas, peduli dan memiliki rekam jejak bagus. Menurutnya, Jokowi sebagai pemimpin mampu memenuhi keinginan rakyat itu.

"Sekarang, Pak Jokowi dalam berbagai data kami juga sudah meyakini memiliki hal begitu di mata rakyat," tukas Ara.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar