Natal Kuliahkan Anak Meski Dengan Satu Kaki



ISN (Siantar) -- Dengan bantuan dua tongkat, Natal berjalan dengan satu kaki tanpa ada rasa beban. Papan harga kaus kaki juga diletakkan di depan dan belakang tubuhnya.

Pasca musibah terkena mesin pemotong saat bekerja di bengkel tahun 1990, Natal kehilangan satu kakinya. Natal pun harus berhenti dan meninggalkan pekerjaannya sebagai mekanik.

Awak media berkesempatan berbincang dengan ayah dari enam anak ini di pinggir Jalan Kartini, Kota Pematangsiantar, dilansir dari Tribun Medan, Selasa (5/2/2019).

Pria murah senyum dan suka bercanda ini ternyata memiliki enam anak yang memiliki pekerjaan serta pendidikan yang tinggi.

Ia menceritakan empat dari enam anaknya sudah bekerja dan menikah di luar kota seperti Batam, Kalimantan, Lampung dan Jakarta. Natal juga telah memiliki dua cucu.

Saat ini Natal masih menanggung dua anaknya yang tengah menempuh pendidikan. Anak keempatnya seorang perempuan sedang kuliah di Jurusan Ekonomi Universitas Nommensen Kota Pematangsiantar.

Sementara anak keenam di SMA Swasta Teladan. Untuk biaya kuliah putrinya, Natal harus membayar Rp 6,8 juta per tahun. Sedangkan biaya sekolah anak bungsunya Rp 250 ribu per bulan.

Natal menjelaskan pendidikan anak merupakan hal utama baginya. Meskipun berjalan dengan satu kaki sembari berjualan, Natal tidak merasa pesimis.

"Kalau masih bisa bekerja, kerjakanlah. Jangan pernah menyerah. Bagiku memang sekolah anak yang utama," ujarnya sembari mengatakan istrinya bekerja membantu penenun ulos di Kota Siantar.

Untuk membantu perekonomian keluarga, pada pagi hari Natal bekerja sebagai penjahit sepatu. Dari hasil jahit sepatu, Natal membeli kaus kaki untuk dijual.


"Tetangga sering bilang kalau saya ini modus dengan kaki seperti ini agar banyak yang kasihan. Tapi bagi saya terserah meraka mau bilang apa, yang penting anak saya tetap sekolah," ujarnya dengan raut wajah sedih.

Natal juga tidak pernah berniat untuk menjadi pengemis atau pun pengamen.

"Saya gak bisa begitu (pengemis). Saya memang pekerja, harus bekerja. Pernah ada yang nawari saya untuk bagian minta uang saat teman selesai bernyanyi, saya gak percaya diri minta-minta," katanya.

Warga Jalan Tentram Ujung, Kecamatan Siantar Martoba ini juga mengatakan sering memberikan motivasi kepada anak dan istrinya. Ia juga tak pernah ada niat meminta dari anaknya yang sudah bekerja dan menikah.

"Kalau masih sekolah anak-anak kan, masih tanggung jawab saya. Gak boleh minta. Kasihan anak saya yang sudah menikah, kan harus memikirkan anaknya juga," ujarnya.

Namun Natal mengaku banyak rezeki yang didapatnya dari para pembeli kaus kaki. Terkadang, pembeli tidak menagih lagi uang kembalian.

"Terkadang banyak yang memberikan uang kembaliannya untuk saya saja. Itu bagi saya hanya rezeki. Tapi tetap saya harus bekerja berjualan dan menjahit sepatu," pungkasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar