Polisi Terus Memburu Tujuh Pelaku Pengeroyokan di Unimed



ISN (Medan) -- Polrestabes Medan menangkap dan menetapkan empat Satpam Universitas Negeri Medan (Unimed) sebagai tersangka pengeroyokan Joni dan Stefan yang berujung kematian, Sabtu (23/2/2018).

Keempat satpam Unimed yang menghajar Joni dan Stefan tersebut adalah M. Arya Prasta (22), Bagus Prayetno (18), M. Abdul Kadir (21) dan Feri Zulham (26).

Berdasarkan penyelidikan polisi atas kasus ini, ternyata ada 11 orang yang melakukan pengeroyokan, namun tujuh diantaranya kini sedang diburu polisi karena sudah melarikan diri.

"Jadi hasil dari pemeriksaan empat orang tersangka. Sudah kita identifikasi semuanya total ada 11 pelaku. Empat diantaranya sudah ditangkap dan tujuh masih dicari," ungkap Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Putu Yudha.

Putu menjelaskan setelah kejadian pihak kepolisian sudah melakukan berbagai upaya untuk menangkap para pelaku lainnya.

"Kita akan kejar terus pelaku lain yang terlibat dalam kasus penganiyaan hingga berujung kematian 2 korban ini," tukas Putu.

AKBP Putu menjelaskan dari tujuh orang pelaku yang mereka buru, terdapat beberapa mahasiswa, dan para pelaku ini terekam dalam video yang viral tersebut.

"Kita akan kejar terus pelaku lainnya. Termasuk ada beberapa mahasiswa yang ikut melakukan pemukulan," kata Putu di Polrestabes Medan, Sabtu (23/2/2019).

Menurut Putu dari penyelidikan mereka, kasus ini berawal ketika ada seorang laki-laki melapor ke Pos Satpam Unimed bahwa ada 2 orang laki-laki telah mengambil 2 buah helm dari sepeda motor yang terparkir.

Setelah itu laki-laki yang melaporkan hal tersebut pun pergi. Kemudian sekitar 30 menit terlihat 2 orang laki-laki yang dicurigai akan melintas, yaitu Joni dan Stefan. Lalu mereka dihadang oleh seorang Satpam Unimed dan dimintai untuk menunjukkan STNK sepeda motor namun tidak bisa menunjukannya.

Satpam tersebut pun mencoba untuk membuka bagasi sepeda motor yang diduga helm hasil curian tersebut ada di dalamnya, namun 2 orang tersebut menolak lantaran merasa tidak melakukan hal yang dituduhkan.

Sekuriti kemudian mencoba memborgol 2 laki-laki tersebut dan memukulinya secara membabi-buta sampai akhirnya korban meninggal dunia. Namun sampai saat ini, tuduhan mencuri sepeda motor dan helm yang dituduhkan kepada korban Joni dan Stefan tak bisa dibuktikan oleh para pelaku.

"Itu masih kita pelajari dan masih kita selidiki apakah dua korban ini terlibat pencurian helm," kata Putu.

Ditanya soal kabar yang masih simpang siur, dimana sebenarnya korban menghembuskan nafas terakhir, AKBP Putu menjelaskan bahwa satu orang sudah tewas di Pos Satpam Unimed.

"Jadi satu korban meninggal di Pos Satpam dan satu meninggal saat dilarikan ke RS Haji Medan," ungkap Putu.

Kata AKBP Putu para pelaku dijerat dengan pasal 170 Jo 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


"Karena secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap orang mengakibatkan meninggal dunia," tegas Yudha.


Peranan Empat Satpam Unimed

AKBP Putu menjelaskan keempat Satpam Unimed yang ditangkap polisi tersebut memiliki peranan masing-masing, seperti M Arya Prasta (22) warga Jalan Sutomo Ujung Gang Yahya No.19 Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur. Saat kejadian pelaku berperan menendang, menginjak dan memborgol kedua korban di Portal serta membawa korban Joni dari Portal ke Pos 111.

Kemudian pelaku Bagus Prayetno (18) warga Jalan Pasar IX Gang Mawar, Kelurahan Percut Seituan. Kata polisi saat kejadian pelaku berperan memiting dan membenamkan kepala korban Stefan Samuel Hamonangan Sihombing ke aspal.

Selanjutnya pelaku M Abdul Kadir (21) warga Jalan Marelan Pasar II Barat Gang Berani, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Saat kejadian peran pelaku menendang korban dan membawa korban Joni dari Portal ke Pos 111.

Pelaku Feri Zulham (26) warga Jalan Pancing I Lingkungan 5 Mabar Hilir. Saat kejadian peran pelaku memukul korban di Pos 111.

Keempat pelaku penganiayaan hingga berujung kematian ini berprofesi sebagai sekuriti Universitas Negeri Medan (Unimed).

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan bahwa kejadian itu diketahui sekitar pukul 23.00 WIB Selasa (19/2/2019) malam. Kemudian pada (20/2/2019) sekitar pukul 22.00 WIB, empat pelaku sudah diamankan.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar