Pria Homo Pencuri Puluhan iPhone Gigit Polisi Saat Ditangkap



ISN (Medan) -- Pria kemayu yang pernah viral di media sosial karena menghina Presiden Jokowi, Taufik R Gani, warga Kota Manado, Sulawesi Utara, kembali ditangkap polisi.

Gani diketahui juga menjadi residivis kasus pornografi pada Oktober tahun 2016 di Manado. Viralnya sosok Gani memuncak pada 2017 ketika ia menghina Presiden Joko Widodo.

Hinaan itu dilancarkan melalui akun Facebook Live-nya pada Jumat (17/8/2017). Meski cara mengkritiknya dengan berlagak kemayu, namun dengan senonoh ia menyebut berulangkali Jokowi adalah sampah.

Selain sampah, Gani juga menyebut beberapa kata kasar dan hinaan kepada Jokowi.
Kali ini dia ditangkap oleh timsus Jatanras Polda Sulut dan Buser Polrestabes Medan Sumatera Utara (Sumut) atas kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat).

Taufik R Gani menjadi tersangka kasus pencurian dengan pemberatan (curat) 27 unit ponsel iPhone S seri terbaru di Kota Medan.

"Tersangka kami amankan di rumahnya di Lingkungan I Kelurahan Mawahu Kecamatan Tuminting sekitar pukul 04.00 WITA pagi pekan lalu," tutur Katimsus Jantanras Polda Sulut, AKP Sugeng Wahyudi Santoso di Mapolda Sulut, Senin (18/2/2019).

Tersangka diamankan berdasarkan surat perintah penangkapan dengan nomor SP.Kap/117/II/RES.1.8/2019/Reskrim yang dikeluarkan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Puti Yudha Prawira.

Tersangka dilaporkan karena melakukan tindak pidana curat 27 iPhone S seri terbaru dan empat buah notebook dengan total kerugian mencapai Rp 500 juta.
Tersangka beraksi di Jalan Ahmad Yani No 8 Medan Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat.
Hasil curian itu 
oleh tersangka dijual kepada para penadah yang ada di wilayah Malang Jawa Timur senilai Rp 150 juta dan uangnya dipakai untuk foya-foya.

Tersangka sempat digelandang ke Polda Jawa Timur untuk dilakukan pengembangan terhadap pelaku lainnya.

"Barang curiannya Handphone iPhone S seri terbaru harganya Rp 25 juta per satu unit," tambahnya.

Pihaknya juga sempat mengamankan pasangan homo tersangka, namun karena tidak ada kaitannya sudah dilepas. Atas perbuatannya residivis ini bakal dijerat dengan KUHP Pasal 363.

Buser Polrestabes Medan bersama tersangka yang sudah ke Malang pergi mengambil barang bukti 27 handphone dan notebook yang hanya tersisa 2 unit dan sempat dibawa tersangka ke Manado.

"Informasi terakhir, Minggu (17/02/2019) kemarin tersangka oleh tim Buser Polrestabes Medan sudah tiba di Medan," tandasnya.

Habiskan Duit Untuk Foya-foya Bersama Pacar Homo



Menurut AKP Sugeng Wahyudi Santoso, usai mencuri puluhan handphone merek iPhone S seri terbaru dan empat buah notebook, Taufik R Gani mengaku berfoya-foya.

Usai menjual hasil curiannya, Taufik pun menukarkan uangnya ke money changer dalam bentuk pecahan Rp 50 ribu kemudian dipamerkan di media sosial Facebook-nya.

Uang tersebut kemudian dihabiskan bersama pacar homonya di Bali dan Jakarta. 

"Ditukar dalam pecahan Rp 50 ribu kemudian dipamerkan di media sosial Facebook dan dipakai berfoya-foya ke Bali dan Jakarta bersama pasangan homonya," kata Sugeng.

Selain pamer mengaku kaya, tersangka juga terang-terangan memamerkan orientasi seksualnya yang menyimpang.

Ia terang-terangan memamerkan hubungan sejenis yang ia lakukan dengan pasangan prianya.

"Pasangan serasi Artis gay Indonesia cuman kita berdua yaaa sayangku, jaga cinta kita ya sayang, semoga cinta kita abadi dengan kekal ya sayang," tulis Taufik R Gani dalam sebuah unggahan foto dengan kekasih prianya.

Mencuri di i-Plug Ahmad Yani

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira mengatakan pihaknya sudah menangkap dan membawa pelaku pencurian tersebut ke Medan.
"Untuk kejelasan bagaimana motif dan kronologis penangkapan, nanti akan dirilis pak Kapolrestabes Medan. Sabar ya," ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (22/2/2019).

Untuk penangkapan, sambung Putu, pelaku diamankan di Manado. "Jadi setelah melakukan aksi pencurian pelaku ini melarikan diri ke Jakarta lalu ke Bali dan terakhir di Manado," ujarnya.

Kata Kasatreskrim, kini pelaku sudah berada di Medan. "Sudah ditahan cuman belum ada waktu yang pas buat kita rilis," tuturnya.

Dalam penangkapan itu, AKBP Putu mengutarakan petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan karena mencoba menggigit petugas.

Gasak 31 Unit i-Phone

Taufik R Gani saat melakukan aksinya menggasak sebanyak 31 unit iPhone dan beberapa Macbook. Ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Saat awak media menyambangi toko I-Plug di Jalan Jend Ahmad Yani, toko yang dibobol Taufik R Gani tidak tampak kerusakan di pintu utama toko.

Toko terlihat sepi, hanya ada tiga karyawan yang menjaganya. Dua pria dan seorang wanita. Seorang karyawan bernama Bayu (24) mengatakan, benar ada kejadian pencurian di toko tersebut.

"Semalam kejadiannya pada Sabtu (19/1/2019). Saya tidak tahu pasti bagaimana kejadiannya cuma pelaku terekam di kamera cctv," ujarnya beberapa waktu lalu.
Saat ditanya bagaimana ciri-ciri pelaku yang menggasak puluhan unit produk iPhone tersebut, pria berkacamata ini enggan memberikan keterangan lebih lengkap.

"Kurang tahu, karena hasil rekaman bos yang pegang. Semalam sudah membuat laporan ke pihak kepolisian terkait dengan pembobol toko ini," ucapnya.

Kalau kerugian, sambung Bayu, bisa mencapai ratusan juta rupiah. "Kalau kerugian mencapai ratusan juta juga. Bisa dilihat sendiri barang-barang di sini ludes diangkut maling," katanya.

Sementara, pengakuan pria berkacamata ini pelaku diduga masuk dari pintu samping toko. 

"Kalau pintu depan tidak ada yang rusak, kemungkinan pelaku masuk dari pintu samping," jelasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar