Seorang Guru Ngaji Dipukul Pemilik Anjing




ISN (Medan) -Nursarianto, seorang guru ngaji menjadi korban penganiayaan, Kamis (7/2/2019). Dia dipukul oleh seorang pemilik anjing yang peliharannya sempat mengejar anak-anak.

Pemukulan tersebut terjadi di Jalan Mandailing, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Akibatnya, pelipis kiri ustad Anto-sapaan akrabnya- robek hingga mengucurkan darah.

Informasi yang dihimpun awak media, persitiwa itu berawal saat Anto bergegas pulang ke kediamannya di Jalan Letda Sujono, Gang Saudara, sekitar pukul 16.00 WIB. Dia baru saja menghadiri rapat Pekan Olahraga Seni Diniyah dengan guru-guru Madrasah.

Begitu berada di Jalan Mandailing, dia mendapati seekor anjing yang mengejar anak-anak kecil yang merupakan murid sebuah madrasah.

"Mereka nangis karena dikejar anjing," kata Anto, Jumat (8/2/2019).

Melihat kejadian itu, Anto langsung turun dari sepeda motornya. Lantas dia menemui sang pemilik anjing. Kebetulan pemiliknya seorang perempuan keturunan Tionghoa.

"Saya nasihati. Kalau punya anjing itu dijaga bagus-bagus, jangan sampai menimbulkan permasalahan. Lihat seperti ini, kasihan anak madrasah dikejar-kejar," ujarnya.

Mendengar nasihat tersebut, si pemilik anjing malah tak terima. Dia malah balik menantang Anto. Keduanya lantas terlibat cekcok.

Cekcok antara keduanya mengundang perhatian warga sekitar. Mereka berdatangan dan berusaha meredakan emosi Anto dan pemilik anjing.

"Saya ditenangkan. Sudah pak. Bapak pergi saja ke Simpang Mandala. Nanti kereta (sepeda motor-red) bapak saya bawa sampai di simpang Mandala," ujar Anto menirukan ucapan warga yang berusaha melerai cekcok tersebut.

Anto pun menurut. Dia berjalan ke arah Simpang Jalan Mandala. Tapi dia heran, sepeda motornya tak kunjung diantarkan.

Tiba-tiba pemilik anjing datang lagi dan langsung meneriaki Anto. Dia kembali menantang Anto. Pukulan perempuan tadi lantas mendarat di pelipis kanan Anto hingga berdarah.
Anto melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Percut Sei Tuan sekitar pukul 17.00 WIB. 

Dia juga divisum di Rumah Sakit Haji Medan untuk memastikan lebar luka sobek pada pelipisnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, kediaman pelaku didatangi sekelompok massa. Mereka mendesak polisi agar menangkap pelakunya. Personel Polrestabes Medan yang mendapat laporan langsung bergegas ke lokasi. Pelaku yang diketahui berinisial N diamankan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan langsung angkat bicara. MUI mengimbau agar masalah ini tidak dikaitkan dengan isu SARA.

"Kami berharap agar kepolisian dapat menangani ini dengan sebaik-baiknya. Kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk menyelesaikan masalah hukum ini dengan sebaik-baiknya," tegas Ketua MUI Medan Mohammad Hatta.

Sementara itu Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri membenarkan adanya peristiwa itu. Saat ini pelaku penganiayaan sudah ditahan. 

"Sudah diamankan tadi malam, sementara ini sudah ditangani Polrestabes," ujarnya.

Faidil juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi. Dia berharap masyarakat bisa mempercayakan segala proses hukum kepada kepolisian.

"Kalau ada tindak pidana yang dilakukan perorangan, kami proses secara hukum. Jangan  rusak kamtimbas yang sudah aman dan nyaman," tandas perwira polisi dengan satu melati di pundak tersebut.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar