Ikuti Program Pertukaran Pemuda antar Negara Sumut, Ini Cara Mendaftarkan Diri




ISN (Medan) -- Buat para pemuda Sumatera Utara yang selama ini mengidamkan keluar negeri namun tidak ingin keluar biaya, ini merupakan kesempatan emas untuk mencoba PPAN.

PPAN adalah program Pertukaran Pemuda antar Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dengan pemerintah di beberapa negara.

Program ini sudah berlangsung selama  sekitar 40 tahun dan sudah melahirkan banyak alumni yang unggul di bidangnya.

"Ini kesempatan emas buat pemuda di Sumut, karena mereka hanya perlu daftar, semua biaya gratis," ujar Ketua Panitia PPAN Sumut, Miyzan Fuadiy Harahap, Sabtu, (16/3/2019).

Menurut penuturan Miyzan, untuk saat ini terdapat 8 negara yang bergabung dalam program ini. "Yang paling tua itu ada Kanada, Australia, Jepang, India, Korea Selatan, Singapura, Tiongkok, dan Malaysia," ujarnya.

Ia mengatakan kesempatan ini terbuka bagi seluruh pemuda terlepas ia mahasiswa atau tidak. "Tidak ada patokan peraturan khusus untuk mahasiswa yang penting patokan umurnya dari 18 hingga 30 tahun, dan belum menikah," tuturnya.

Untuk prosedur pendaftaran, Miyzan mengatakan sudah dimulai sejak tanggal 1 sampai 15 Maret, namun sudah diperpanjang sampai 18 Maret karena banyak sekali permintaan yang ingin mendaftar.

"Caranya, pertama kita download dulu linknya, untuk mendapatkan paket berkas PPAN, disitu sudah tertera lengkap apa saja yang perlu dipersiapkan, dan langsung mengantarkan berkas ke Dispora baik itu yang di dalam kota maupun di luar, wajib menyerahkan langsung, setelah itu akan ada proses seleksi," ujarnya.

Untuk proses seleksi sendiri akan memakan waktu 3 hari dan dilaksanakan pada tanggal 22 sampai 24 Maret. 

"Pertama tesnya ada pengetahuan umum tentang Indonesia dan Sumatera Utara, Isu internasional terkini, dan ada pengetahuan untuk bahasa Inggris, lalu kedua ada FGD (Forum Grup Discusions) dan tahun ini bentuknya debat, dan ada penilaian seperti kepemimpinan, kepemudaan, industri kreatif, psikologi, dan lainnya," tuturnya.

Untuk dihari kedua terdapat dua tahap seleksi yakni, ada wawancara yang di handle oleh alumni PPAN. 

"Disini yang dibahas ada dua, yakni isu terbaru nasional maupun Internasional, kedua tentang pengembangan masyarakat, jadi kita juga mencari pemuda yang sudah berkontribusi buat daerah sekitarnya, ada juga Art and Skills melihat kemampuan apa yang dimiliki peserta, dan dihari ketiga itu penyaringan yang terbaik, siapa yang cocok diberangkatkan," tuturnya. 

Ia juga mengatakan, sejak awal PPAN mencari karakter terbaik. "Kita itu mencari karakter, bukan seberapa bagus Bahasa Inggrisnya, atau seberapa tampilan dia, bahkan kita juga tidak memilih fisik, tapi kita melihat seberapa besar karakter yang ia miliki, karena pada akhirnya ia akan mewakili Sumatera Utara, mewakili Indonesia, masalah wawasan dan bakat bisa kita tempah," ujarnya

Roadshow PPAN sendiri sudah dilaksanakan di beberapa instansi dan daerah di Sumatera Utara. "Kita sudah ke UMSU, Unimed, USU, dan universitas lainnya, serta ke luar kota seperti Langkat, Binjai, dan Batu Bara," ujarnya.

Ia berharap di tahun berikutnya semakin banyak lagi kabupaten kota yang dijangkau guna menyebar informasi PPAN secara merata. Untuk tahun ini Sumatera Utara mendapat 3 kuota. "Yaitu untuk ke Singapura, Australia, dan Jepang," tuturnya.

Ia berbagi cerita saat menjadi salah satu perwakilan Indonesia ke Korea Selatan. "Di Korea itu kita fokusnya di culture, jadi kita berbagi info tentang budaya masing-masing, dan ada 4 hal penting yang kita lakukan yaitu pertama berkunjung ke instansi yang ada di Korea Selatan, Kedua ada Grup Disscusion bersama anak muda Korea Selatan, ketiga kita mempromosikan budaya Indonesia disana, dan yang paling menaruk bagi saya itu home stay, kita tinggal bersama orang Korea labgsung, dan hidup seperti orang Korea," ujarnya.

Ia juga menegaskan untuk program ini sama sekali tidak dipungut biaya apapun. "Mulai proses daftar, seleksi, training, hingga program itu 100 persen dibiayai oleh negara, jadi bisa dikatakan, kita tidak mengeluarkan biaya apapun, bahkan kita mendapatkan fasilitas-fasilitas yang cukup mewah," tuturnya

Ia menambahkan bagi pemuda Sumut yang mendaftar wajib memiliki KTP Sumut, serta kesehatan para peserta juga diutamakan. 

"Tidak boleh mengidam penyakit apapun, tapi kalau soal tinggi badan, berat dan lainnya tidak ada pengaruh," tuturnya.

Ia juga menambahkan untuk luar daerah boleh mengirim berkas hingga tanggal 21 Maret pada saat tehnikal meeting tapi dibawah jam 9.

Ia menyarankan kepada pemuda Sumut agar jangan minder untuk mendaftar, karena selama proses seleksi akan banyak pengalaman dan pengetahuan berharga.

"Semua pemuda mendapatkan kesempatan untuk bisa menjadi delegasi negara," pungkasnya.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar