Kasus Perselingkuhan Oknum PTPN III Dihentikan Hakim, Jaksa Tetap Melapor



ISN (Medan) -- Persidangan kasus dugaan perselingkuhan oleh pejabat PTPN III berinisial J (50) dan selingkuhannya FCS (31) dihentikan oleh Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis di Pengadilan Negeri Medan, Senin (18/3/2019).

Kasus yang harusnya diagendakan untuk pembacaan dakwaan malah berubah menjadi penetapan penghentian kasus.

Usai persidangan, baik pejabat berinisial J dan selingkuhannya FCS tampak menutup wajahnya dengan tangan dan tas untuk menghindari kamera wartawan.

Penasihat Hukum Korban berinisial LH, Sastra yang sempat diwawancarai menyebutkan bahwa pencabutan tersebut karena terlapor dan pelapor sudah ada perdamaian.

"Sudah dihentikan, Iya (tidak dilanjutkan), sudah ada perdamaian pencabutan dari pelapor (suami FCS)," cetusnya sambil berjalan.

Sementara, jaksa penuntut umum (JPU), Raskita Surbakti menyebutkan bahwa benar kasus tersebut dihentikannya oleh majelis hakim diketuai Abdul Aziz.

"Kewenangan saat ini kan sudah ditangan majelis hakim. Dan ditetapkan oleh majelis hakim perkara ini dihentikan karena ada pencabutan laporan oleh pelapor tadi," tuturnya.
Atas penetapan tersebut, Jaksa yang berasal dari Kejari Medan ini menuturkan dirinya masih akan melaporkan kejadian ini terhadap atasannya.

"Di persidangan pelapor hadir sebagai saksi. Jadi kita harus koordinasi dengan pimpinan untuk menentukan sikap. Sidang tadi juga belum pembacaan dakwaan," sebutnya.

Disinggung, apa dasar hukum sehingga majelis hakim Pengadilan Negeri Medan menghentikan kasus ini. Raskita menyarankan untuk bertanya kepada majelis hakim. 

"Kalau soal penetapan bisa ditanyakan ke hakim ya. Karena penetapan belom ditangan kita," pungkasnya.

Terpisah, Humas PN Medan, Jamaluddin menyebutkan bahwa memang tidak ada ketentuan kasus dihentikan bila sudah masuk persidangan.

"Saya lihat dulu, namanya sudah di pengadilan kan harus mengambil keputusan. Dia (Hakim) kan tidak bisa serta merta begitu kecuali pada saat penyidikan. Ini kan perkara sudah dilimpahkan walaupun itu dihentikan, itu kan harus melalui prosedur sidang. Kalau disini kan tidak bisa serta merta begitu," terangnya.

Selanjutnya, ia menerangkan akan segera mendalami kasus tersebut apakah memang benar telah dihentiakan.

"Saksi belum kita periksa gimana dia mau dicabut disini kalau tidak disana dipenuntutan. Saya lihat dulu, saya tidak bisa komentar lebih jauh, apakah benar demikian. Walaupun kata jaksa dan kuasa hukum nya, saya belum bisa memberi komentar sebelum saya melihat langsung atau datang kepada pihak majelis hakim," tutup Jamal.

Diketahui J dan FCS dijerat dengan Pasal 284 KUHP ayat 1 mengenai perzinahan. Pasal tersebut memuat ancaman 9 bulan penjara.

Kasus perselingkuhan oknum pejabat PTPN III ini terungkap saat Polsek Sunggal menggrebek J di kediaman FCS di Perumahan Royal Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang pada Jumat 15 Februari 2019.

Penggrebekan ini berawal dari laporan LH suami FCS ke Polsek Sunggal. Menindaklanjuti informasi tersebut, kemudian petugas Polsek Sunggal bersama pelapor melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi tersebut. 

Setelah dilakukan pengecekan didampingi sekuriti perumahan ternyata benar istri pelapor sedang berada di rumah itu.

Saat digrebek, J dengan berpakaian lengkap sedang berada di ruang tamu sedangkan istri pelapor berada di dalam kamar dengan posisi pintu kamar terkunci dan di dalam rumah tersebut ada seorang wanita pembantu rumah tangga.

Dari keterangan pelapor, benar antara mereka berdua ada hubungan yang sudah berjalan 6 bulan. Dan rumah tersebut disewakan oleh terlapor seharga Rp 15 juta per tahun.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar