Massa Spirit 212 Diadang Massa PeRbetor




ISN (Medan) -- Ratusan massa dari gabungan ormas Islam selesai berunjuk rasa di depan gedung DPRD Sumut di Jalan Iman Bonjol Medan, Jumat (8/3/2019).

Saat hendak pulang menuju arah persimpangan Lapangan Benteng, massa Aliansi Umat Islam Bersatu yang menyebut mereka dengan #spirit212 diadang oleh massa lainnya yang menggunakan becak motor (betor).

Pada akhirnya massa gabungan Ormas Islam memutar haluan dan balik arah, pulang dari Jalan Maulana Lubis ke arah Lapangan Merdeka Medan.

Di persimpangan jalan, para parbetor meneriakkan yel-yel mengelukan salah satu paslon.
"Jokowi lagi, Jokowi lagi, Jokowi lagi, Jokowi lagi," teriak para parbetor sambil mengangkat jempol ke atas dengan penuh semangat.

Berulang kali para parbetor itu meneriakkan yel-yel tersebut. Sembari memblokade jalan.
Terlihat di belakang sebagian besar betor yang parkir, terpampang spanduk bergambar calon anggota DPRD 2019 H Syamsul Hilal dengan nomor urut 36.

Koordinator aksi Parbetor, Sulaiman Nur mengatakan bahwa kedatangan mereka untuk mengajarkan masyarakat Kota Medan untuk berdemokrasi.

"Walaupun berbeda warna, tapi kita bisa damai tidak melakukan upaya-upaya provokator. Inilah demokrasi yang harus kita tunjukkan sebenar-benarnya," kata Sulaiman, Jumat (8/3/2019).

Ditanya soal apakah aksi ini, dibilang sebagai demo tandingan, Sulaiman mengaku tidak akan takut.

"Kita tidak takut dikatakan demo tandingan. Tapi kita untuk mengajarkan masyarakat Kota Medan agar tahu berdemokrasi yang sebenarnya," katanya.

Ditanya soal adanya teriakan menyerukan Jokowi lagi hingga berulang kali, Sulaiman mengaku khusus abang betor Kota Medan pendukung Jokowi.

"Kita parbetor memang pendukung Jokowi. Jempol untuk Jokowi," tutup Sulaiman.

Sebelumnya seratusan orang yang merupakan gabungan ormas Islam melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jumat (8/3/2019).

Massa mulai berkumpul pukul 14.30 WIB, setelah sebelumnya melakukan konvoi dari Masjid Raya Al Mashun.

Pantauan www.tribun-medan.com, massa membawa poster berisi kalimat tentang netralitas Pilpres 2019 yang ditujukan ke aparatur sipil negara (ASN) dan Polri.

Sekjen Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI) Sumatera Utara (Sumut) Syahrul Idrus dalam orasinya meneriakkan, menjelang Pilpres 2019 ketidaknetralan aparatur negara semakin terlihat.

Namun ia tidak merinci contoh kasus yang dimaksud.

"Kalau aparat pemerintah berlaku tidak adil, maka pemilu tidak akan menjadi berkualitas," kata Syahrul di depan gerbang DPRD Sumut.

Masa juga menyinggung soal dugaan kriminalisasi terhadap sejumlah ulama yang terjadi di Indonesia.

Selain poster yang menyinggung netralitas Polri dan ASN, massa juga membawa sejumlah bendera Tauhid.

Massa juga mengibarkan bendera Rumah Aspirasi Romo Centre yang dipimpin Raden Muhammad Syafii, Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar