Satu Keluarga Dibacok Membabi Buta



ISN (Medan) -- Satu keluarga di Jalan Pancing, Kota Medan, dibacok secara membabi buta dengan sebilah parang hingga berlumuran darah.

Akibat pembacokan itu tiga orang yaitu Ngatemi (60), Mita/Paramita Susanti (25) dan Riki/Riki Prapanca (23) terpaksa dilarikan ke rumah Sakit Haji Medan untuk mendapat perawatan medis.

Informasi yang dihimpun Selasa (26/3/2019), pelaku bernama Sahrul Ahmad dan sudah diamankan petugas kepolisian.

Sharul adalah mantan suami dari Dina, putri Ngatemi. Sharul Ahmad melakukan pembacokan saat dia datang ke rumah Ngatimi untuk mencari mantan istrinya yang diduga berada di rumah orang tuanya.

Namun saat Sharul datang memeriksa, dia tidak menemukan mantan istrinya sehingga seketika itu menggila dan membacok Ngatemi yang baru siap salat dan ngaji.

Usai membacok Ngatemi, Sahrul kembali membacok Riki yang sedang tiduran. Melihat hal ini Mita coba menolong ibu dan adiknya, hingga Sahrul pun juga membacok Mita.

Salah seorang keluarga yang merupakan keponakan korban, Ari menjelaskan awalnya pelaku mencari mantan istri yang dikiranya berada di rumah Ngatemi.

"Pelaku membawa tas yang berisi parang dan sejenisnya. Saat di rumah pelaku tidak menemukan mantan istrinya, entah kenapa ia langsung membabi buta membacok keluarga saya," ujarnya.

Saat itu, sambung Ari, ibunya baru usai salat dan mengaji.

"Kalau Riki sepupu saya itu saat kejadian sedang tiduran. Mita saat kejadian melihat ibunya dibacok pelaku. Dan pelaku diduga juga mengibaskan parang kepada Riki dan Mita," katanya.

Kalau untuk pelaku sendiri, lebih lanjut dijelaskan Ari sudah dua tahun bercerai dengan istrinya.

"Aku tidak tahu pasti apa motif yang membuat pelaku nekat membacok keluarga kami secara membabi buta," sambungnya.

Masih dijelaskan Ari, dua hari lalu, pelaku sempat datang ke rumahnya.

"Ia datang dengan tujuan sama yakni mencari mantan istrinya. Hari ini datang lagi dan langsung membacok semua orang yang ada di dalam rumah ibu Ngatemi. Dina yang tinggal di sebelah rumah ibu Ngatemi saat kejadian terindikasi di dalam kamar mandi," jelasnya.

Sementara informasi lain yang berhasil dihimpun, anak Ngatemi yang diketahui bernama Indra sempat melarikan diri dari rumah saat pelaku membacok orang yang berada di dalam rumah.

Indra langsung melarikan diri keluar rumah dan berteriak memanggil warga. Seketika warga berdatangan dan menghajar Sharul yang membacok tiga orang hingga berlumuran darah.

Mendengar kabar ini personel Polsek Percut Sei Tuan mendatangi lokasi.

"Kanit dan anggotanya sudah ke TKP bang. Informasi lanjut kita jabarkan nanti.
Kejadian penganiayaan itu benar terjadi dan sekarang korban ada di RS Haji," kata Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil.

Ia mengatakan sudah ada satu tersangka yang diamankan. Mengenai siapa namanya, kata pria dengan melati satu dipundaknya ini, pihaknya belum tahu.

"Aku masih ada giat lain bang. Belum ada baket dari Kanit. Atau coba hubungi Kanit bang,"ujarnya.

Amatan awak media, kondisi rumah yang bercat kuning dan pintu berwarna putih terlihat darah berceceran di lantai.

Pengakuan Mantan Istri Pelaku



Sahrul Ahmad membabi buta membacok mertua dan adik iparnya setelah tidak menemukan mantan istrinya bernama Dina di Jalan Willem Iskandar, Gang Hawa No 40, Percut Sei Tuan, Sabtu (23/3/2019).

Dina, wanita berambut sebahu ini merupakan mantan istri Sahrul Ahmad sekitar empat tahun silam.

Pada saat kejadian, menurut cerita Dina, pelaku berteriak-teriak memanggil namanya dari luar lalu masuk ke rumah.

Dina yang saat itu sedang berada di rumah korban bernama Ngatimi, kemudian panik dan melarikan diri.

"Dia datang marah-marah waktu ibu (Ngatimi) baca Alquran. Apanya kau Rul, aku lagi baca Alquran," kata Dina mengisahkan sebelum pelaku menghujamkan parang dan pisau membabi buta.

"Dia sebenarnya ngejar saya, tapi enggak tahu kenapa ibu dipegangnya. Saya lari dari rumah ibu cari jalan keluar," ucapnya lagi.

Lebih lanjut, Dina mengatakan, Ngatemi bersimbah darah dan korban lainnya bernama Riki Prapanca dan Paramita Susanti juga demikian.

Sebelum pembantaian terjadi, Dina pernah mendapat ancaman dari pelaku pada Rabu (20/3/2019) lalu.

Saat itu, pelaku tidak berhasil menemui Dina.

"Rabu kemarin dia (Sahrul) pernah ada datang, kebetulan saya enggak di rumah. Dia jumpa sama adik. Waktu itu dia bilang, pisau untuk saya, parang untuk suami saya," ucapnya.

Selama menjadi istri Sahrul, Dina mengaku sering mendapat perlakuan kekerasan dalam rumah tangga oleh mantan suaminya itu.

"Saya memang udah cerai selama dua tahun. Saya istri yang ketiga dan yang saya tahu dia tempramental sama istri-istrinya. Pernah yang terakhir, sudah pisah pun dari talaknya dia pernah mukuli membabi buta sampai tubuh saya lebam-lebam," ujarnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar