Sebelum Meledakkan Diri, Polisi Negosiasi Dengan Istri Terduga Teroris Selama 10 Jam



ISN (Sibolga) -- Sebelum istri terduga teroris meledakkan diri, petugas kepolisian telah melakukan berbagai upaya agar ia menyerahkan diri, termasuk mendatangkan pihak keluarga. Namun langkah itu tidak berjalan sesuai keinginan.

"Tim sudah bekerja bersama masyarakat secara persuasif dan negosiasi kurang lebih selama 10 jam. Bahkan dibantu pihak keluarga agar menyerahkan diri. Tetapi negosiasi tidak berjalan sesuai keinginan, istri pelaku terduga teroris justru meledakkan diri,"  kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo, Rabu (13/3).

"Imbauan yang kita lakukan selama 10 itu tidak diindahkan dan jam 01.30 WIB yang bersangkutan meledakkan dirinya. Diduga yang bersangkutan bersama anaknya meninggal dunia," paparnya.

Dari keterangan terduga pelaku teroris, lanjut Dedi, istrinya mempunyai paham keras yang terpapar ajaran ISIS. "Memang dari keterangan suaminya, istrinya itu lebih keras pahamnya," ungkap Dedi.

Lebih jauh Dedi menjelaskan, pelaku teror tidak melihat waktu dan tempat, mereka berjuang sepanjang tahun. 

"Karena itu, kami sudah memiliki Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018. Kepolisan melakukan tindakan preventif straight dan kami melakukan langkah mitigasi secara maksimal, proaktif untuk mencegah aksi terorisme," tukasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar