Adukan Masalah Beasiswa, Mahasiswa Dipukuli Suruhan Oknum ASN Pemkab Madina



ISN (Medan) -- Seorang mahasiswa menjadi korban penganiayaan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akibat menanyakan persoalan beasiswa yang terputus.

Kejadian bermula saat sejumlah mahasiswa menghadiri malam pagelaran seni dan budaya Kabupaten Mandailing Natal dalam acara Pekan Raya Sumatera Utara di Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin (25/3/2019).

Saat itu korban Taufik Pulungan bersama beberapa mahasiswa asal Madina menghadiri acara tersebut. Kemudian di akhir acara mereka berinisiatif menemui sejumlah pihak untuk menanyakan persoalan beasiswa kepada mahasiswa kurang mampu.

"Saya dan beberapa kawan yang lain berinisiatif untuk mewakili seluruh kawan-kawan yang hadir menyampaikan keluh kesah tentang beasiswa miskin berprestasi daerah Kabupaten Mandailing Natal untuk seluruh mahasiswa/mahasiswi di perguruan tinggi negeri yang sudah 3 tahun terakhir ini tidak pernah dianggarkan lagi," kata Taufiq, Jumat (5/4/2019).

Awalnya mereka menjumpai kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal, Jamilah, untuk meminta izin menyampaikan keluh-kesah terkait hal tersebut.

"Namun beliau tidak memberi izin dan berkata 'bukan disini tempatnya, lagian pun bukan ibu penanggung jawab acara ini.' Lalu ibu kadis menyuruh seorang perempuan yang duduk di sampingnya untuk memanggil Pak Wildan. Setahu kami Pak Wildan ini Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Kabupaten Mandailing Natal," jelasnya.

Kemudian mahasiswa meminta izin kepada Wildan agar memberikan waktu selama dua menit di atas panggung untuk menyampaikan aspirasi mengenai beasiswa mahasiswa miskin berprestasi.

"Namun lagi-lagi beliau tidak mengizinkan juga, lalu mengajak saya ke sebelah kiri panggung dan bercerita disana, tetapi tidak juga diberi izin untuk menyampaikan keluh kesah tersebut. Beliau justru mengancam jika saya dan kawan-kawan tetap ingin melanjutkan niatan itu, beliau tidak bertanggung jawab saya keluar dari tempat acara tersebut," lanjut Taufiq.

Mahasiswa yang tidak putus akal kemudian menjumpai protokol untuk meminta izin menyampaikan aspirasinya terkait beasiswa tersebut.

"Tiba-tiba Wildan dan salah satu rekannya datang menghampiri kami dan sempat terjadi adu cekcok mulut. Lebih mirisnya lagi kawan Pak Wildan tersebut memukul salah satu rekan kami."

Tidak terima atas perlakuan premanisme yang dilakukan oknum pejabat di Kabupaten Madina, korban kemudian membuat pengaduan di Polsek Medan Helvetia dan menjalani visum di Rumah Sakit Pirngadi Medan.

"Laporan kami sudah diterima dan sedang dalam proses penangan hukum. Kami berharap pihak berwajib segera menangkap pelaku," tegas Taufiq.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar