Remigo Berutu Dituntut 7 Tahun, Keluarga Histeris



ISN (Medan) -- Usai mendengar putusan majelis hakim yang menjatuhkan hukuman 7 tahun penjara kepada Bupati Pakpak Bharat nonaktif, Remigo Yolando Berutu, para pendukung dan keluarganya mendadak histeris di ruang sidang.

Mendengar putusan itu, para pendukung dan keluarga Remigo yang sejak pagi menyesaki ruang sidang utama PN Medan, langsung histeris. Mereka tak menyangka Remigo akan dijatuhi hukuman yang dinilai mereka sangat berat.

Bahkan, dari barisan keluarga Remigo ada yang menyeletuk, mengutuk jaksa Penuntut Umum KPK. "Puas kalian, ya. Puas kalian sekarang," kata seorang keluarga Remigo, sambil menuntut ke arah Penuntut Umum KPK usai sidang, Kamis (25/7/2019).

Kegaduhan tersebut berlanjut hingga ke luar ruang sidang. Pendukung dan keluarga Remigo terlibat aksi saling dorong dengan jurnalis yang meliput. Bahkan, jurnalis salah satu media televisi nasional sempat didorong dan nyaris terjatuh.

Melihat kejadian itu, sejumlah jurnalis yang sejak awal menunggu keterangan dari Remigo, tak kuasa menahan emosi dan nyaris baku hantam dengan salah satu pendukung Remigo.

"Udahlah kamera itu. Jangan sorot-sorot lagi," teriak seorang perempuan berambut panjang.

Nyaris terjadi baku hantam, beruntung rekan-rekan jurnalis berupaya melerai. Dikawal beberapa petugas kepolisian, Remigo kembali ke ruang tahanan tanpa berkomentar sedikit pun.

Sebelumnya, ketua majelis hakim, Abdul Aziz memutuskan Remigo Yolando Berutu dihukum 7 tahun penjara. Selain hukuman penjara, Remigo juga dihukum untuk membayar denda sebesar Rp 650 juta subsider 4 bulan kurungan.

Majelis hakim menyatakan orang nomor satu di Pemkab Pakpak Bharat itu bersalah dalam perkara suap senilai Rp 1,2 miliar. Majelis hakim menyatakan perbuatannya sebagaimana diatur dalam  Pasal 12 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Tidak hanya hukuman penjara dan denda, Remigo juga dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara. Uang itu merupakan uang suap yang diterimanya sebesar Rp 1,2 miliar lebih.

"Dengan ketetntuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti selama satu bulan sesudah hukuman pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, maka harta benda terdakwa disita oleh jaksa dan dilelang untuk mentupi uang pengganti, dan jika tidak mencukupi maka dipidana penjara dengan 1 tahun 6 bulan," ucap Abdul Aziz.

Bahkan hakim juga menghukum Remigo dengan mencabut hak politiknya berupa hak tidak dipilih selama 4 tahun dalam jabatan publik usai dia menjalani masa hukuman pokok.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan KPK. Sebelumnya Penuntut Umum KPK meminta agar Remigo dihukum 8 tahun dan denda Rp 650 juta subsider 6 bulan kurungan. Dengan membayar uang pengganti kerugian kepada negara, Pemkab Pakpak Bharat sebesar Rp 1,230 miliar serta pencabutan hak politik selama 4 tahun usai menjalani masa hukuman pokok.

Menyikapi putusan ini, baik Remigo maupun JPU menyatakan pikir-pikir.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar