KAHMI Bukan Pengadil Dalam Dinamika Kader



ISN (Deli Serdang) -- Pernyataan Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Hamdan Zoelfa dalam Rapat Koordinasi Nasional Ke II Kops Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (30/8/2019) kemarin, mendapat tanggapan dari kader HMI di berbagai daerah.

Ketua Umum HMI Cabang Deli Serdang, Eka Azwin Lubis, menyesalkan pernyataan yang berbau tendensius tanpa semangat mempersatukan.

Menurutnya KAHMI sebagai wadah berkumpulnya alumni-alumni HMI seyogyanya memberikan pesan yang membangun agar tercipta soliditas antar sesama kader HMI. Bukan justru memantik api perpecahan.

"Sangat tidak etis beliau mengatakan hal tersebut, apalagi di depan forum resmi. Sah-sah saja beliau memiliki pandangan pribadi, namun tidak dijadikan sebagai sikap korps alumni," kata Eka di Rumah Pintar Insan Cita, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sabtu (31/8/2019).

Lebih jauh Eka menjelaskan, KAHMI memiliki peran untuk memberi masukan kepada kader-kader HMI yang sedang berproses, bukan sebagai pengadil dalam dinamika yang terjadi di internal pengurus.

"Pada prinsipnya kita memandang dinamika yang terjadi di internal pengurus besar sebagai proses belajar. Jangan dipolitisir untuk menghakimi satu pihak demi kepentingan sekelompok orang," tegasnya.

Secara konstitusi Eka menyebut Pengurus Besar (PB) HMI masih dipimpin oleh Ketua Umum Respiratori Saddam Al-Jihad.

"Beliau (Saddam) kan yang terpilih sebagai ketua umum saat Kongres ke-30 di Ambon. Setelah itu belum ada lagikan kongres HMI. HMI Deli Serdang istiqamah di bawah kepemimpinan Kanda Saddam," tukasnya.
Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar