AJH Medan Mengutuk Tindakan Represif Polri



ISN (Medan) -- Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Medan mendatangi gedung DPRD Sumut untuk menyampaikan aspirasi menolak revisi UU KPK dan RUU KUHP.

Sepanjang jalan gedung DPRD Sumut, massa terus meneriakkan penolakan terhadap revisi UU KPK dan RUU KUHP dan juga meminta pengusutan kasus pembakaran lahan dan hutan.

Sesampainya di depan gedung DPRD Sumut, massa terus berorasi dan berusaha masuk ke gedung dewan.

Namun upaya tersebut terhalang blokade kawat berduri yang dipasang pihak kepolisian di sepanjang pintu masuk sehingga bentrokan antara kepolisian dengan massa aksi tidak dihindarkan dan yang sangat disayangkan sudah beredar video pemukulan yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap masa aksi demo. Dalam video tersebut Pemukulan dilakukan di kantor DPRD Sumut.

Melihat video yang beredar tersebut, Ketua Aliansi Jurnalis Hukum Kota Medan, Taufiq Hidayah Tanjung mengutuk keras tindakan represif Polri.

"Kita mengutuk keras tindakan represif dari pihak kepolisian, seharusnya pihak kepolisian tidak boleh memukul massa demonstran. Tidak ada dalam SOP Polri melakukan pemukulan dalam menghadapi unjukrasa. Ini sudah jelas melanggar Hak Asasi Manusia kalau memang ada pelanggaran hukum dalam melakukan demonstrasi ya polisi tangkap saja jangan main pukul, polisi kan sudah terlatih dalam menangani unjukrasa," ujar Taufiq Hidayah Tanjung

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar