Pelaku Pemukulan Terhadap Anggota DPRD Sumut Sudah Diamankan



ISN (Medan) -- Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, menginstruksikan agar dilakukan pendalaman terhadap sejumlah video unjuk rasa di Kantor DPRD Sumut yang viral di media sosial.

Salah satu video yang viral adalah penghinaan dan penganiayaan terhadap anggota DPRD Sumut dari fraksi Gerindra, Pintor Sitorus.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, pihaknya telah memeriksa 10 orang terkait video pertama yang berisi pemukulan sejumlah oknum polisi terhadap mahasiswa UINSU bernama Ali Mustawa yang diambil dari atas gedung Bank Mandiri.

"Masing-masing tiga anggota Sar Brimob Poldasu sebagai saksi, lima anggota Direktorat Samapta sebagai saksi dan dua oknum polisi dari Direktorat Samapta Poldasu diduga melakukan pemukulan kepada mahasiswa," jelasnya.

"Diduga melakukan pemukulan ada dua orang yakni Bripda MH dan FM dari Direktorat Samapta. Jadi, kita juga masih melakukan pendalaman terhadap video tersebut, mungkin ada anggota-anggota lain yang melakukan penganiayaan terhadap adik-adik mahasiswa. 

Itu video yang dari samping gedung DPRD diambil dari gedung Bank Mandiri," ujar Tatan.
Selanjutnya untuk video kedua yang berisi penganiayaan terhadap mahasiswa di pintu masuk samping gedung DPRD, pelakunya juga sama.

Dari penyelidikan hasil rekaman video, seorang anggota polisi yang tidak mengenakan seragam dinas turut mengamankan mahasiswa sembari melakukan pemukulan.

"Kemudian ada juga video yang beredar pada saat pintu masuk samping dari gedung DPRD. Ini pelakunya diduga sama dengan yang pertama. Saat dia melakukan pemukulan melalui pintu, kemudian pada saat dia mau kembali, anggota yang tidak berseragam mengamankan mahasiswa kemudian sambil melintas juga melakukan pemukulan. Sudah diketahui itu Bripda MH sama dengan yang sama (FM). Tetap kita lakukan pendalaman terhadap anggota yang diduga lakukan pemukulan," sambung Tatan.

Sementara untuk dugaan kasus penganiayaan disertai penghinaan terhadap anggota depan bernama Pintor Sitorus, juga telah diamankan terduga pelaku berinisial Bripda FDS serta pemeriksaan terhadap saksi dari anggota dewan.

"Kemudian kami juga dapat informasi bahwa ada anggota yang melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap salah satu anggota dewan. Kami telah mengamankan anggota tersebut diduga Bripda FPS. Saksi juga dari rekan-rekan anggota dewan," ungkap Tatan.

Dengan demikian, hingga kini sudah lima anggota Polda Sumut yang diamankan pasca kerusuhan di Kantor DPRD Sumut. Pihaknya mengaku, masih terus mendalami kejadian itu, jika ditemukan lagi anggota yang melakukan tindakan di luar prosedur akan diproses.

"Jadi sudah ada lima anggota Polda Sumut yang sudah kita amankan, dan kita terus lakukan pendalaman terhadap anggota-anggota melakukan tindakan di luar prosedur," tegas Tatan.

Share on Google Plus

About Info Seputar Nusantara

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 التعليقات:

Posting Komentar